Artis: Andra & The Backbone
AWAS! Ini raungan rock yang catchy!
“Sakit hatiku…remuk jantungku…’tuk membencimu…musnahkan cintaku”
Lirik
diatas merupakan rintihan sekaligus raungan keras dari laki-laki yang
kecewa terhadap bekas pacarnya. Lagu mellow baru? Album pop-mellow
segar? Band pop-rock baru yang bermain dikunci yang itu-itu saja?
AWAS! Ini Andra & The Backbone yang menjadi pelepas dahaga dengan
album perdana yang penuh dengan track-track up-tempo membius jiwa!
Sebenarnya
ini merupakan proyek solo yang sudah start sejak lama tapi baru
intensif digodok rekaman selama bulan Juni hingga Desember ini. Andra
yang menjadi salah satu pentolan Dewa, pada akhirnya melepaskan daya
rock prima dengan Andra & The Backbone ini!
Untungnya
jadwal Dewa ditahun ini menjadi longgar, kalau tidak Andra & The
Backbone tak akan hadir memperkaya dunia musik negeri ini. “Musiknya
tak serumit Dewa. Rock-nya lebih pop banget, tapi unsur gitarnya lebih
banyak, distorsi gitar lebih banyak dari Dewa,” kata Andra. Jadi gitar
yang lebih menonjol. “Jalur kita memang pop-rock, mengenai baru atau
tidaknya corak musik band ini, kita kembaliin ke mereka yang dengerin,”
tambahnya.
Formatnya sendiri mengambil tiga pentolan utama. “Waktu
itu belum kebayang nentuin formatnya. Lalu aku ketemu Stevie Item dan
Dedy. Stevie Item sendiri additional player di Dewa, sudah lama kenal.
Sebelumnya sudah sering jam session bareng gue,” kata Andra. Sedang
Dedy baru masuk setelah proses pencarian vokalis. Dedy sendiri saat itu
nggak langsung didapuk menjadi vokalis. Butuh dua minggu untuk Andra
mendapuk Dedy sebagai vokalis. “Andra dan gue ketemu, ngobrol bentar,
dan masuk studio untuk bikin demo-demo. Awalnya memang baru ngisi-ngisi
demo aja.
Jadi gue nggak punya pikiran ‘oh gue bakal jadi vokalis’
karena gue memang suka bantuin temen-temen gue untuk bikin demo,” kata
cowok yang belakangan dengerin Led Zeppelin dan Deep Purple lagi demi
proyek band ini. Switchfoot, Radiohead, Incubus juga menjadi band-band
yang mampir ke telinga Dedy. Posisi lain? “Untuk drum, sebenarnya aku
sudah suka dengan permainan satu orang ini tapi sayangnya dia sudah ada
band. Jadi mau nggak mau mesti pakai additional drummer,” jelas Andra.
Ramuan
musik Andra & The Backbone sendiri begitu catchy tapi unik. Keras
tapi renyah. Ini tentunya berkat banyak influence. “Latar belakang
musik kita beda-beda. Kayak Stevie nih metal banget. Jimmy Eat World,
Foo Fighters jadi musik yang kita dengerin. Campur. Maunya pop-rock
tapi waktu awal proses rekaman kita bikin lagu kenceng-kenceng. Eh,
kesininya kita malah bikin yang rada akustik kayak Simon &
Garfunkel. Kita jadi heran. Intinya, ada lagu yang begitu (akustik) dan
ada juga yang kenceng-kenceng. Jadi kita free, ngalir aja…” ujar Andra.
Untuk
album ini total ada sepuluh lebih lagu. Ada satu lagu instrumen yang
diselipkan, jatuhnya lebih ke track balada. Porsinya sendiri lebih
banyak track-track up-tempo. Akustiknya dua lagu saja. Single pertama
tetap yang up-tempo. “Semua track di album ini memang menantang kita
bertiga, karna waktu aku ketemu Dedy, kita masih meraba (musiknya),
cari nada dasarnya (suara) Dedy direkam dalam empat lagu, ternyata
kerendahan buat dia, akhirnya diulang lagi – dinaikkin nada dasarnya,
baru ketemu, oh ternyata suaranya dia disini,” cerita Andra.
Prosesnya
cukup lama juga karna kita ketemunya nggak seperti yang ‘yuk, latihan
nge-jam’, jadi kita begitu ketemu langsung ‘ayo take’. Untuk vokal,
lagu-lagu yang slow/akustik adalah yang susah dimainkan. “Secara
musikal, track akustik lebih detil, apalagi gitar. Kalau lagu up-tempo
yang memakai gitar elektrik dengan distorsi banyak ‘kan gampang saat
di-edit. Akustik lebih susah karna mesti dapat soulnya,” jelas Stevie
yang kagum dengan permainan Jimi Hendrix ini.
Kelar masalah
permainan yang mesti mendapat soul, proses penciptaan lagu ternyata
cukup sulit juga. Andra cukup merasakan proses yang lama. ”Saya baru
bisa bikin lirik di Dewa pun pas album terakhir Dewa, track Selimut
Hati. Sebelumnya susah. Biasanya bikin musiknya saja, sedang liriknya
Dhani (Dewa). Yang bikin album ini lama selesai karna belum selesainya
lirik-lirik lagu. Nggak pede. Tapi semuanya keluar mengalir dengan
lancar. Untuk tema, ada beberapa curhatan orang yang dibikin jadi lagu.
Lalu ada lirik yang nongol setelah nonton sebuah film,” kata cowok
berambut pendek ini.
Gebrakan mereka pertama digeber dalam single
“Musnah”. Ini single yang bercerita tentang putusnya cinta yang lalu
berubah menjadi rasa benci. “Tapi kita tetap tekanin ke musiknya,
musiknya yang awalnya datar, trus pas di-reff kencang dengan distorsi,”
kata Andra. “Musnah” sendiri menjadi track kunci yang menggambarkan
karakter musik yang dianut Andra & The Backbone.
Untuk
lagu favorit, “Musnah” menjadi pilihan Stevie. Selain single andalan
tersebut, ‘Terdalam’ adalah lagu up-tempo yang paling berkesan bagi
cowok berambut lurus ini. “Karna paling susah mainin itu lagu!” kata
cowok yang sudah belajar gitar sejak SD kelas satu. Sedang lagu yang
paling enjoy dimainkannya adalah ‘Lagi dan Lagi’.
Lain hal dengan Dedy,
ia menyukai ‘Hanya Dirimu’ yang up-tempo. “Lagu-lagu up-tempo dialbum
ini sangat menantang. Disini gue mesti menjaga kualitas suara dan mesti
jaga tempo sekaligus penjiwaannya,” kata cowok yang belakangan ini
mengurangi makanan yang berminyak, menghindari soda dan lebih sering
minum air putih.
Kenapa harus band rock? Kenapa band ini
dilahirkan? Hadirnya Andra & The Backbone jelas menambah warna dan
meramaikan dunia musik negeri ini. “Band rock (keras) yang sekarang ini
didengar banyak orang mungkin kurang, (musik) band-band yang ada
sekarang lebih kearah mellow. Aku berusaha bikin rock yang nadanya pop
banget, orang-orang bisa nyanyiin, meskipun musiknya kencang. Dan aku
bikin banyak lagu yang nggak bisa dimasukkin ke Dewa, jadi daripada
mubazir lebih baik dibawain di band ini,” jelas Andra.
Keunikan
grup ini secara keseluruhan tercermin dari title-nya ‘The Backbone’.
Well, ini memang proyek solo yang nggak mungkin bawa nama ‘Dewa’. “Nama
‘Backbone’ diambil karna aku ada masalah dengan tulang punggung. Aku
sering diolok oleh personil Dewa yang lain, ‘Awas, punggungnya. Awas,
pengapuran’. Jadi dipikir-pikir seru juga nih ‘The Backbone’ dan
artinya sendiri cukup bagus, ‘orang nggak bisa tegak tanpa ada tulang
belakang’. Keren ‘lah!” jelas Andra yang berharap musik Andra & The
Backbone bisa diterima diberbagai macam segmen pasar.