Hari ini Ultahku yang ke-22
Ketika sebagian orang merasa ini adalah hari yang istimewa dan perlu dirayakan, keluargaku justru cenderung melupakannya. Tidak ada pesta perayaan atau pun sekedar tumpengan tanda syukur. Aku pun tidak merasa ada yang perlu disesalkan. Mungkin karena sejak kecil aku sudah terbiasa dengan suasana ulang tahun yang seperti ini. Biasa dan sangat biasa…
Aku justru bingung dengan sebagian orang yang merasa perlu memberikan kejutan kepada seseorang di hari ulang tahunnya. Apa sih bedanya hari ulang tahun dengan hari-hari yang lain? Sama bingungnya aku kepada orang-orang yang melaksanakan pesta syukuran atau mungkin pesta beneran untuk memeriahkan hari ulang tahunnya. Apa sih bedanya?!
Kalau alasannya sebagai tanda syukur karena telah bertambah usia, mengapa harus menunggu satu tahun? bukankah setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari dan setiap bulannya usia kita bertambah? lalu, mengapa menunggu satu tahun? Dan apakah rasa syukur itu berbentuk pesta atau perayaan? Sungguh aku tidak mengerti, padahal Allah telah bersumpah, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, nasehat-menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati dalam kesabaran”(QS. Al’Ashr:1-3)