Waaahhh….Surabaya “gempaaaa”…. Surabaya “gempaaaa”…. !!!
tenang-tenang gak usah panik dan kaget. Coz ini bukan gempa yg disebabkan oleh alam kok! hehe..ya bukan maksud menyinggung saudara2 kita yg terkena musibah gempa bumi di Jogja dan Jateng, tapi aq cuman mengekspresikan aja apa yg aq liat, kudengar, dan kurasakan (ciee..alass banget!! hehe..). Liat, kata gempa dalam tanda kutip loh!
Yup..! semalam Surabaya seakan-akan diguncang “gempa”.Kalo saja tadi malam aq bawa alat buat ngukur “gempa” yg ngguncang kota pahlawan ini, pasti aq bisa tahu berapa kekuatannya. Apa coba penyebab gempa itu? Rupanya “Gempa” tersebut disebabkan oleh hentakan para penonton yg dgn sangat antusias mengikuti setiap lagu yg disuguhkan oleh band dan penyanyi fave-ku. Sapa lagi kalo bukan DEWA 19 dan Ari Lasso hehe…
Semalam publik Surabaya tumplek blek jadi satu di Taman Surya, Surabaya (depannya kantor walikota Surabaya). Konser tadi malam adalah puncak acara peringatan ultah kota pahlawan yang ke-713 dengan tajuk “Konser Sparkling Surabaya. Ngumpul bareng warga bersama DEWA 19-Ari Lasso”. Beberapa ruas jalan menuju tempat konser ditutup. Di antaranya, Jl. Yos Sudarso, Jl. Sedap Malam, Jl. Wijaya Kusuma, Jl. Ambengan, Jl Jagung Suparpto dan Jl. Walikota Mustajab.
Sayang tadi malam, aq dan teman-temanku (Fajar, Ryan, Adib, Herman, dan satu lagi temannya Fajar *lali jenenge* pokoke wong alass) telat datang di konser. Akibatnya kami gak bisa liat penampilan Alass dari awal. Pas kami datang, Alass sudah nyanyikan lagu ketiga yakni “Perbedaan”. Napa kami terlambat? coz sbelumnya kami kesulitan mencari tempat buat berlabuhnya kendaraan. Bisa dibayangkan dong betapa macetnya Surabaya semalam.
Lantaran udah ketinggalan beberapa lagu, tanpa berpikir panjang kami langsung menerobos kepadatan penonton yg penuh sesak. Akhirnya dapat juga posisi yg pas dan sreg. Agak dekat panggung tapi ya gak dekat2 banget. Kira-kira beberapa meter dari panggung gitu. Kali ini, kami udah berpisah. Aku masih bersama Ryan dan Herman. Sementara Fajar, Ryan, dan wong alass gak tadi kemana. Yaa..mungkin karena efek dari nerobos tadi hehe…
Sebuah panggung dengan ukuran 20 m X 11 m dan screen sebanyak enam buah telah berdiri megah di lokasi konser. Makanya aq masih bisa ngelihat performance dan nikmati suguhan yg diberikan DEWA 19 dan Ari Lasso ya melalui salah satu screen itu. Gila..!! penontonnya berdesak-desakan. Alhamdulillah aku masih bisa jaga keseimbangan shg aku tidak terjatuh oleh desakan-desakan para bonek mania hehe..
Katanya seh, konser semalam dijaga oleh 1.800 personil keamanan yang berasal dari pasukan gabungan Polisi, TNI , Satpol PP dan Limnas Kota Surabaya. Sebelum Alass tampil mengibur publik Surabaya, sebelumnya ada pertujukan dari band-band indie, breakers, dancers dan fashion on the street. Untuk pertunjukan tersebut aq gak liat, khan datang telat
lagian aq juga kurang interest ama mereka.
Aq baca di Jawa Pos kalo Alass tampil lebih dulu sekitar pukul 19.30 dengan mengenakan jaket hitam dan celana jins biru yang diawali oleh lagu “Mengejar Matahari”. Malam itu dia melantunkan 12 lagu, seperti Misteri Ilahi, Rahasia Perempuan, dan Perbedaan. Penampilan Alass ditutup dengan lagu “Misteri Illahi”
Stelah Alass, acara break sbentar skitar 20 menit sambil nunggu jam 9 malam tepat utk acara siaran langsung di TV7. Pastinya teman2 liat khan semalam? Selama break time, acara diisi oleh pembawa acaranya. Gak penting banget deh yg mereka bicarakan. Huh…
Akhirnya, saat yg ditunggu-tunggu telah tiba. Tepat jam 9 malam (anggap aja tepat, hehe..) acara utk Live di TV7 dimulai (Napa Alass-nya gak live juga ya?). Sperti biasa, sbelum para personel DEWA 19 menampakkan diri di hadapan puluhan ribu penonton yang memadati Taman Surya, Sebuah lagu intro (yang sbetulnya aq pengin banget punya lagu itu) bernuansa sufi diputer. Pastinya para Baladewa/i yg sering nonton setiap kali ada konser DEWA 19 udah tau dong lagu itu.
Stelah lagunya selesai, DEWA 19 langsung menggebrak dengan lagu “Pangeran Cinta”. Penonton pun langsung berjingkrak-jingkrak mengikuti irama lagu yg disajikan. Stelah selesai Pangeran Cinta, Mas Dhani menyapa arek-arek Suroboyo, “Sopo sing ndhok kene pingin bercinta? (siapa yg di sini sedang ingin bercinta, red) ” tanya mas Dhani yang langsung menggeber lagu “Sedang Ingin Bercinta”. Stelah itu Once turut menyapa penonton dan tak lupa ngasih ucapan met ultah buat Surabaya.
“Malam ini DEWA akan tampil dengan tamu spesial. Dia adalah kolega saya dan juga mantan penyanyi DEWA” ucap Once. Akhirnya Alass pun tampil kembali di panggung. Kali ini Alass kolaborasi dengan DEWA menyanyikan lagu “Elang” dan “Aku di sini untukmu”. Penonton semakin antusias dan “gempa” tadi terasa kembali. “Lagu ini spesial buat Kota Surabaya dan arek-arek suroboyo. Karena kami tampil secara spontanitas tanpa latihan sebelumnya.” wuiih..salut deh!! kereen banget!!
Stelah itu, Alass pamit dan tak lupa ngucapin ultah buat kota kelahiranku ini. Konser pun berlanjut. Lagu-lagu andalan DEWA 19 pun meluncur satu per satu. Di lagu yang kesebelas posisi Tyo digantikan oleh addtional drummer. “Sek rek! berhubung ono tambahan lagu, Tyo istirahat dhisik. Sikile Tyo loro. (bentar, berhubung ada tambahan lagu, Tyo istirahat sebentar. Kakinya Tyo sakit. red). ” ujar Dhani. Stelah lagu “Angin” digeber. Tapi kok temponya kecepatan ya??
Total sekitar 15 buah lagu disuguhkan buat para Baladewa/i tadi malam. Sbelum lagu terakhir, DEWA 19 yg diwakili oleh mas Dhani menerima penghargaan dari Walikota Surabaya, Drs. Bambang D.H sebagai Duta Kota Surabaya yang pertama. Di akhir lagu, kali ini Tyo sudah menempati posisinya kembali. Lagu terakhir adalah “Arjuna”. Malam itu yang nonton bukan cuman baladewa/i aja loh! ada juga Slanker dan Bonek hehe..
Stelah penampilan DEWA 19 telah usai, rupanya masih ada satu lagi pertunjukkan yang sangat sayang untuk ditinggalkan. Apa itu? ternyata ada pesta kembang api. Sebanyak ratusan kembang api (prediksiku seh jumlahnya sama dgn umur kota Surabaya saat ini) diluncurkan di tengah kegelapan malam menembus awan. Semakin lama, kembang api tersebut semakin besar ukurannya dan semakin tinggi menjulang ke angkasa Surabaya. (Kali ini DEWA banget!! hehe..). Pertunjukan berlangsung skitar 5 menit dan menurut info, salah satunya disulut sendiri oleh Walikota Surabaya.
Hmm….Berjejalnya penonton, juga terlihat saat bubaran acara. Dengan berdesak-desakan, aku dan kedua temanku tadi menuju lokasi kendaraan yg kami parkir di tempat kenangan yakni Parkir Timur Delta Plasa Surabaya hehe.. Aku anggap kenangan coz utk pertama kalinya DEWA 19 ngasih hiburan gratis di Surabaya meski sbelumnya pernah juga pas ultahnya PKB di Gelora Pantjasila Surabaya. Tapi yg di acaranya PKB itu khan lain. Makanya aku anggap yg pertama ya di Delta itu saat konser salam lebaran bareng RATU.
Akhirnya, kami sampai juga di lokasi parkir dimana mobilnya Fajar Dewa dilabuhkan. Sbelum pulang, kami sempat foto-foto sbentar. Stelah itu mobil meluncur menyusuri jalan kota surabaya menuju kampusku coz aku nginap di kampus hehe.. Pokoknya semalam aq sangat senang skali sebagai seorang Baladewa dan Wong Alass atau bisa disebut BALADELASS.
Hmmm…panjang juga ya critanya? tapi aku ingin berbagi cerita dengan teman-teman semua apa yang aku lihat, kudengar, dan kurasakan selama menonton konser-konser band dan penyanyi fave-ku. Aku ucapkan thanks banget buat teman-temanku yg telah nonton bareng bersama aku shg gak sendirian lagi saat nonton konser-konser mereka. Spesial thanks buat Fajar Dewa atas tumpangannya (suwon yo rek! salam pangeran cinta 1 dan 2 hehe…), Pemkot Surabaya yg telah berikan hiburan gratis dan semuanya deh. Akhir kata, saya turut ucapkan:
