Jauh-jauh hari aku udah bikin rencana buat nonton Konser DEWA19 dan RATU di kota pahlawan ini. Konser ini disponsori oleh perusahaan rokok besar di Jatim. Beberapa bulan lalu tepatnya beberapa hari setelah lebaran, produsen rokok ini juga menyelenggarakan acara konser serupa yang waktu itu bertajuk “Konser Salam Lebaran” yang digelar secara serempak di beberapa kota besar di Indo. Waktu itu, Surabaya mendapat jatah hiburan dari penampilan DEWA dan RATU. Nah..melihat kesuksesan acara sebelumnya, perusahaan itu ngadain lagi acara kayak ginian.

Tapi bedanya, kalo waktu lalu acaranya dimeriahkan oleh bermacam-macam artis penyanyi/band. Kali ini, konsernya hanya menampilkan DEWA dan RATU untuk 8 kota yang dimulai di Jakarta pada 28 Januari lalu hingga 12 Februari mendatang di Palembang.
Dari kampus, seperti biasa dengan naik angkot, aku langsung meluncur ke tempat konser. hehe.. tiba di Terminal Joyoboyo skitar jam 4 sore. Berhubung mulainya acara masih lama, aku sempatkan ngisi perutku dulu di warung yang ada di terminal Joyoboyo. Sengaja aku datang lebih awal coz aku pengin liat dan dengerin para kru teknisi yang lagi checksound. Abis..meski teknisi, permainannya gak kalah hebatnya loh ama DEWA. Tapi tetep masih di bawah DEWA-lah hehe..
Stelah makan, aku segera menuju ke Lapangan Kodam V/Brawijaya Surabaya dengan berjalan kaki coz jaraknya gak terlalu jauh deh. Hemat uang bensinnya bemo hehe…Tapi keinginannku utk ngelihat secara langsung dengan mata kepala sendiri kru-kru yang lagi checksound gak kesampaian. Coz..gerbang utk masuk ke lapangan ditutup dan dijaga ketat oleh aparat. Alhasil deh, aku cukup puas menikmatinya dari luar lapangan.

Tampak beberapa pedagang yang menjajakan jualannya berusaha menerobos pintu gerbang yang sesekali dibuka lantaran ada beberapa kru yang keluar masuk lapangan. Aku juga sempat ikutan nerobos tapi gak berhasil haha.. belajar jadi bonek neh!!terpaksa aku cari tempat duduk buat istirahat dulu.
Sambil nunggu pintu gerbang dibuka, ee…ee..aku dapat kenalan 2 orang teman baladewa baru. Keduanya cowok hehe..yang satu namanya Rheva Aditya dan satunya dipanggil mas Didik. Jadinya aku gak sendirian nonton konsernya. Sbetulnya, kakakku dan teman-temanku di rumah juga nonton. Coz aku ada di kampus, skalian aja aku langsung ke sana tanpa pulang ke rumah dulu.

Kami bertiga bercerita abis-abisan tentang DEWA. Jam 17.30 Wib, pintu gerbang masih belom dibuka. Wajar aja karena sesuai di poster-poster yang ditempel, acara baru mulai jam 6 sore. Aku liat ada pintu tengah yang kebuka, akhirnya aku ngajak kedua temanku tadi untuk masuk. Alhamdulillah..kali ini kami berhasil masuk. Tapi pintu tadi dibuka cuman sebentar. “Akhirnya lolos juga” bathinku.
Pintu tadi menghubungkan ke bagian tribun lapangan ini. Kami mencari tempat duduk yang letaknya dekat dengan pintu masuk yang aku coba terobos pertama tadi. Acara masih belom dimulai. Di kiri-kanan panggung, dipasang sebuah screen. Hari semakin larut, supaya gak bosen, panitia nyetelin beberapa video klip dari DEWA dan RATU. V-klip Ratu yang terbaru pun disetel di situ. Lucu abis ngelihat v-kip itu terutama mas Dhani. haha..
Angin-angin pun berhembus….Hujan-hujan pun berderai….petir-petir pun menyambar…..
Mungkin penggalan lirik lagu “Aku tetaplah aku” milik supergrup band DEWA 19 di atas, cocok untuk melukiskan keadaan pada Jum’at (3/2) lalu. Yaa..meski gak cocok seratus persen seh hehe… Waktu itu hujan gak sampe turun, cuman gerimis aja. Petir-petirpun juga gak ada, yang ada cuman kilat. Wew…kalo baladewa yang datang sejak sorean menjelang maghrib sih… pastinya akan merasakan sesuatu yang sangat luar biasa dari kilat-kilat yang seakan-akan memotret konser kemarin.

Aku aja sejak kecil, baru kali ini melihat kilat sedahsyat itu. Biasanya tuh, seabis kilat khan disusul oleh suara petir beberapa detik kemudian. Bayangin coba, kilat yang menurutku sangat “menyeramkan” itu, pastinya akan disusul oleh bunyi petir yang sangat dahsyat khan?? Tapi..yang ini beda banget!! meski kilatnya “menyeramkan”, gak ada satupun bunyi petir-petir yang menyambar!! dan gak ada hujan lebat!! Wew..aku jadi salut ama pawangnya hehe…
Gimana dengan Angin???? Kalo Angin seh dibawain secara sempurna oleh para Pangeran Cinta malam itu. Sekitar pukul 18.45 Wib, panggung konser dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Imlek sekaligus Tahun Baru Islam itu dibuka dengan penampilan atraksi Barongsai. Kira-kira 15 menitan mereka menyuguhkan atraksi menarik mereka. Sayang seribu sayang, penampilan apik atraksi barongsai tadi dinodai oleh para penonton yang kurang menghargai budaya.

Ada penonton melempari barongsai yang sedang unjuk gigi di atas panggung sejak awal hingga akhir penampilan mereka. Yaaa…meski yang ngelempar gak banyak seh..tapi penonton itu secara terus-terusan melemparinya dengan botol Aqua yang masih penuh airnya. Kasihan juga melihat para pemain barongsai itu. Apalagi usianya rata-rata masih belasan tahun. Bahkan ada yang kena bagian perutnya.
Ehm..kemungkinan mereka yang ngelakuin itu, udah gak sabaran. Abis, jadwalnya molor seh. katanya mulai jam 18.00 Wib e.e.e. molor 45 menit!! Well…yang pasti bukanlah baladewa loh yang main lempar-lemparan. Gak mungkin banget deh kalo baladewa ngelakuin kayak gitu! Coz, baladewa tuh menyebarkan benih-benih cinta dan memusnahkan virus-virus benci hehe….

Melihat kondisi penonton yang udah gak sabaran, akhirnya RATU menggebrak dengan singel “Jangan bilang siapa-siapa” setelah sebelumnya ada basa-basi sedikit dari Si MC. Total sekitar ada 7 buah lagu yang dibawakan oleh duo cantik RATU malam itu. Tak ketinggalan lagu andalan TTM.
Nah..stelah duo tadi menghilang dari panggung, akhirnya saat yang ditunggu-tunggu oleh ribuan penonton yang memenuhi lapangan kodam telah tiba. Seperti biasa, sebelum para Pangeran Cinta muncul dari “istananya”, sebuah lagu intro yang sangat dalam banget mengalun indah. Lagunya semacam lagu sufi. Kalo gak salah seh karya penyair sufi Jalalluddin Ar-Rumi.
Barulah stelah lagunya kelar, kelima Pangeran Cinta muncul dengan membawakan singel “Pangeran Cinta” disusul lagu “Cinta Gila”. Secara spontan tanpa ada komando, terciptalah suara koor dari ribuan penonton di tengah hentakan musik yang sedang berlangsung. Tak ketinggalan, sebanyak 3 buah lagu baru dari album tergress milik mereka, Republik Cinta, dibawakan secara apik. Sayang skali, Lagu “Sedang Ingin Bercinta” dan “I want to break free” gak dibawakan olehnya. Padahal aku pengin liat langsung lagu-lagu itu dibawakan Live oleh DEWA 19. Tapi gak apa-apa, coz sebelum acara konser ini dimulai, panitia menyetel Unreleased V-klip lagu-lagu baru mereka termasuk lagu-lagu tadi.

3 buah lagu baru yang dibawain malam itu antara lain Laskar Cinta, EMO, dan Larut. Total ada skitar 10 lagu yang dibawakannya yang kebanyakan didominasi oleh lagu-lagu dari album-album sebelumnya terutama album Cintailah Cinta. 7 buah lagu lainnya antara lain: Pangeran Cinta, Cinta Gila, Satu, Kosong, Angin, Pupus, dan Separuh Nafas.
Berhubung acara konser ini gratisan, tak heran bila yang menonton membludak. Tua muda, ABG, hingga anak-anak kecil berkumpul jadi satu. Keributan?? pastinya ada. Di tengah-tengah konser berlangsung, acara sedikit dikotori oleh keributan. Tapi hal itu tidak mengganggu jalannya acara. Pertunjukkan tetep lanjuuutt!! hehe… Melihat hal itu, pentolan DEWA19 ikut angkat bicara yang kental logat bahasa surabayanya .
”Rek..!! tukaran yo tukarano. Tapi ojo saiki. Engko ae lek acara musike wis buyar, gak popo tukarano. (Rek..!! kalo bertengkar ya bertengkar saja. Tapi jangan sekarang. Nanti aja kalo acara musiknya dah kelar, gpp bertengkar)”. Mendengar hal itu, penonton cuman menyambutnya dengan senyuman dan geli mendengar ucapan sang presiden. Aku kok tau kalo ada keributan?? ya jelaslah!! coz posisiku nonton bersama kedua teman baladewaku tadi khan di tribunnya. Jadi tampak jelas kalo ada keributan.
“Saya lihat yang nonton di sini bukan cuman baladewa saja. Tampak ada yang bawa bendera slank, boomerang, bahkan bendera persebaya. Tampak bahwa dari sini terdapat sebuah perbedaan. Marilah menghargai perbedaan yang ada. Ada sekelompok orang yang menganggap bahwa musik yang dibawakan oleh DEWA adalah sesat. Seperti yang kami alami beberapa waktu lalu. Mereka kurang menghargai perbedaan yang ada. ”
Itulah pesan dan nasehat yang disampekan ke ribuan penonton yang kemudian lagu Laskar Cinta pun digeber. Konser dipamungkasi oleh lagu Separuh Nafas. Tapi stelah lagu Laskar Cinta..aku langsung meninggalkan acara hehe..
Wew..panjang bener ya critanya. Tapi thanks buat mbak lulu atas foto-fotonya. Buat teman baladewa baruku. Meski baru kenal, kayak udah lama kenalnya yak? hehee.. ok itu aja deh. Lelah nih ngetiknya hahahha…maklum ngejar deadline biar gak basbang
sori banget kalo critanya agak kacau dan gak beraturan :):)